Ngelancong Weekend

Oktober 26, 2016

Sensasi Adrenalin Berburu HiuPaus di Perairan Kalimantan, Talisayan

Sensasi Adrenalin Berburu HiuPaus di Perairan Kalimantan, Talisayan

Ngelancongweekend.com – Sebelum memutuskan untuk bergabung bareng trip ini, saya yang belum bisa berenang dan parno sama “kedalaman” agaknya Jiper juga. Mengapa oh mengapa? Salah satunya itinerarynya > NYATRONIN HIU. Asli nih mau berburu hiu? Hiu banget? Hiu kok dicariin? Pikir saya kala itu :))

Semakin mendekati hari keberangkatan, makin santer deh kawan yang share di group tentang cara aman berenang disekelilingnya. Bikin hati jadi berdesir-desir cemana gitu :))

Hiu paus, Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya (Ingg.: whale shark) karena ukuran tubuhnya dan kebiasaan makannya yang menyaring air laut seperti kebanyakan jenis paus. Disebut juga dengan geger lintang (dari bahasa Jawa: punggung berbintang) hingga hiu tutul.

Hiu ini mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, serta dapat hidup hingga berusia 70 tahun. Spesies ini juga dipercaya berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu.

12729134_1132887136723572_1843167536214222080_n

Berangkat subuh pas langit masih gelap-gelapnya dari penginapan Talisayan menuju pelabuhan rakyat, yang letaknya tinggal selepetan kolor dari Penginapan Hazanah tempat kami bermalam (ini dia kontaknya: 0823 5347 0488) *jalan kaki ngga sampai 15 menit.

Kami yang 21 orang dibagi menjadi 2 kapal yang masing-masing berisi 10-11 orang, dengan menggunakan perahu nelayan tanpa atap, tanpa pelampung, dan *beberapa tanpa kemampuan berenang seperti saya contohnya, sungguh paket lengkap adrenalin junkies neh :))

Angin berhembus, ombak sante ngga sante. Dikejauhan petir sayup-sayup mengiringi perjalanan kami menuju whaleshark point. Ngga ada yang bisa di liat, cuma gelap total dan deru mesin kapal. Saya tetap menikmati perjalanan ini meskipun deg-deg ser gimana gitu. Buat meredam pikiran-pikiran munculnya monster laut, saya setel lagu Float di IPOD, “Pulang”

DSC03401-(FILEminimizer) (FILEminimizer)

Ngga sampai 1 jam, akhirnya kami tiba di bagan-bagan, titik dimana Hiu Paus yang segede alaihim itu bakal berdatangan buat cari Sarapan.. Manusia? bukan, bukan kok, tapi ikan kecil dan plankton yang dibuang oleh para nelayan dari atas bagan. Meskipun bentuknya segede alaihim, whale shark ngga makan orang.

Bagan sendiri merupakan sarana penangkap ikan buat para nelayan, jala ditebar di sekelilingnya, yang harus mereka turunkan beberapa kali dalam semalam.

Tak banyak ikan yang mereka tangkap pagi itu, ikan-ikan kecil mereka kembalikan ke laut, karena hanya ikan-ikan besar yang layak jual lah yang mereka ambil. Nah, Ikan-ikan kecil inilah yang menarik perhatian hiu paus buat datang, cari makan. Dengan mulutnya yang lebar namun ompong mereka menghisap ikan-ikan kecil tersebut bak penyedot debu raksasaDSC03419-(FILEminimizer) DSC03433-(FILEminimizer) (FILEminimizer)

Hm.. kalo menu makannya bikin kita tenang, mungkin cara makannya yang bakal bikin deg-degan, pasalnya ketika ngisi perut, hiu paus ini bakal ngebuka mulutnya lebar-lebar dan membiarkan air laut + semua makanan masuk ke perutnya *bae-bae ngga sengaja ketelen macam pinokio gaes* :p

Tik-tok, tik-tok, Kami menunggu..  dan menunggu, dan menunggu, menikmati sunrise ditengah lautan-ngablu-ngobrol-lapar-ngablu-potopoto-lapar-ngemil-kenyang-mules-pengen pup-kapal ngga punya WC-di bagan pun, akhirnya saya berjinjit-jinit berjalan dari sudut-sudut bagan, menuju kapal tetangga buat numpang pup. sambil pup, terdengar sayup-sayup kawan-kawan heboh dikejuahan, si whaly datang-menjadi panik-buru-buru-selesai pup-bilang terima kasih ke yang punya kapal – kembali ke kapal sendiri :))

Dibawah kapal kami Whaleshark berkeliling secara bergantian. Saya yang tadinya hanya bisa iri saja melihat euforia koloni berburu whaly, akhirnya ngga pikir panjang ikut nyemplung juga, padahal ngga bisa berenang :)) bermodal kacamata pinjeman, tanpa FIN, disudut-sudut kapal mencari ke kedalaman. Beberapa lama saya melihat kehampaan, sampai tiba-tiba, dia muncul pas dibawah kaki saya.

GIlAK! Ukurannya hampir segede kapal yang kami tumpangi. Udah ngga bisa dijelasin lagi sensasi ngeliat dan ngerasain langsung Hiu Paus berenang-renang pas di bawah mata kaki.

Nafas tertahan beberapa detik, jantung lupa detak. nyelos banget rasanya, tapi KLIMAKS luar biasa. bukan maen emang sensasi berenang bareng Hiu Paus hampir segede kapal di lautan lepas, pas lagi (((MENS))). #achievmentunlock ..Herbivora sih kak, tapi kan :))

Btw mau tau yang lebih gila lagi ngga? Ternyata masih banyak whaleshark dengan ukuran yang lebih besar, di Karachi, Pakistan misalnya, pernah ditemukan hiu paus dengan Panjang hampir 1,265 meter.

a (FILEminimizer)

s (FILEminimizer)

whale (FILEminimizer)

Cat: 

  • Meskipun hiu paus masuk dalam kategori hiu jinak yang sama sekali ngga berbahaya bagi manusia, tapi tetep jaga jarak aman, dan jangan disentuh ya Bosque. Karena menyentuh berarti menyakitinya. Ayo kita sayangi semua mahluk di bumi dan menjaga kelestarian spesiesnya sama-sama :)
  • Mulailah mawas diri untuk mengurangi penggunaan pelastik dalam keseharian, karena semua sampah itu berakhir di perairan ini, habitat mereka
0 likes Kalimantan # , , ,
Share: / / /

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *