Ngelancong Weekend

November 9, 2016

Musim Panas Impian di Australia: Uji Adrenalin & Mendalami Suku Aborigin di Darwin!

Musim Panas Impian di Australia: Uji Adrenalin & Mendalami Suku Aborigin di Darwin!

Ngelancongweekend.com – “Australia Negeri Wool, katanya.. katanya”. Daripada katanya aja, enaknya sih saya sambangi langsung saja Negara dengan icon kangguru ini. Memiliki berjuta Daya Tarik, Australia dibagi menjadi 6 negara bagian, diantaranya New South Wales (Sydney), Victoria (Melbourne), Queensland (Brisbane),  Australia Selatan (Adelaide), Australia Barat (Perth),  Tasmania (Hobart).

Australia

Nah, kalau boleh merencanakan liburan musim panas di  salah satu teritorialnya maka pilihan saya jatuh pada kota Darwin. Diambil dari nama Ilmuan Teori Evolusi Darwin yang menginjakan kakinya pertama kali pada tahun 1836, sementara saya agaknya ngarep betul bisa menginjakan kaki di Negara ini pada tahun 2017 :))

Darwin merupakan ibukota propinsi Northern Territory yang terletak di di Laut Timor. Letaknya yang dekat dengan Asia bikin kota ini jadi agak mirip dengan Indonesia, dari segi cuaca misalnya yang terbagi jadi musim hujan (September-April) dan musim panas (Mei-Oktober).  Sebagai pusat kota Northern Territory, Darwin kaya banget akan keberagaman wisata kuliner dan budaya, ngga cuma itu, Darwin juga punya banyak banget tempat wisata seru bagi para pecinta Adrenalin. Nah, berikut ini adalah list rencana perjalanan impian saya:

Hal Pertama yang Ingin Saya Lakukan adalah Melarung di Sungai Mary Darwin

Sumber Foto: Australian geographic

Sumber Foto: Australian geographic

Mengarung di tempat konsentrasi buaya air asin terbesar di dunia, masuk list pertama daftar impian saya ketika bertandang ke negara ini. Dengan durasi kurang lebih 2.5 jam, kita berkesempatan untuk melihat buaya dari titik terdekat. Ngeri-ngeri gimana gitu, karena FYI ukuran buaya di sungai ini rata-rata 6 meteran (rekor terpanjang: 10 meter) dengan berat hingga 10 ton :O

Melawan Ketakutan! Di kerangkeng Bersama Buaya Terbesar Darwin di Crocosaurus Cove

Sumber Foto: travelawayme

Sumber Foto: travelawayme

Darwin agaknya lumayan Identik dengan Buaya, sebagian besar pantainya bahkan ngga bisa direnangi sangking ngga terhitungnya jumlah buaya yang hilir mudik. Puas, melihat Buaya Darwin dari kapal, saatnya uji adrenalin di Crocosaurus Cove (Cage of Death).  Bakal jadi satu pengalaman yang ngga terlupakan banget, dimana saya bakal dimasukan kedalam kerangkeng dan di lepas begitu saja bersama buaya super besar di dalam air.  Ngga hanya itu di tempat ini kita juga bisa menikmati berbagai atraksi buaya, dan berinteraksi langsung dengan buaya-buaya bayi lho, mulai dari memberi makan, hingga mengunjungi museumnya.

Menyantap Kuliner Khas Darwin! Daging Buaya?

Sumber Foto: Detik Food

Sumber Foto: Detik Food

Selain jadi hewan yang paling di waspadai, uniknya buaya ini juga jadi makanan khas wajib icip ketika Travel ke Norrhern Territory. Merupakan makanan suku aborigin yang tinggal di sekitar pantai, dan hanya disediakan oleh restaurant dengan peternakan buaya yang telah berlisensi. Menu ini jadi salah satu yang mesti banget saya coba! Menyatap crocodile meat di restaurant paling happening di Darwin’s Sailing Club *btw hmm di fillet bisa ngga ya? :))

Musim Panas = Berendam Seharian di Air Terjun Litchfield National Park

Sumber Foto: Litchfieldsafaricamp

Sumber Foto: Litchfieldsafaricamp

Sebagian besar turis yang doyan adventure menjadikan Darwin sebagai titik awal untuk menjelajah national parks terdekat yang ada di Northern Territory, Kakadhu. Tapi tak hanya itu, terdapat jua Litchfield National Park yang dapat dijelajahi dalam durasi 2-3 hari. Saya sangat ingin berkemah di camping site yang katanya memiliki fasilitas lengkap mulai dari toilet, shower  hingga hot waternya.

Sumber Foto: clockwiseinacamper

Sumber Foto: Travel Kompas

Kenyang bersantai-santai, saya akan mengunjungi air terjun Florence, kemudian berpiknik di dekat wallaroo dan walabi batu telinga pendek, juga berendam seharian di Buley Rockhole, menghabiskan musim panas yang membara di Darwin, dengan rentetan Wisata Air Terjunnya yang menyegarkan.

Sumber Foto: Travel Kompas

Sumber Foto: Travel Kompas

Sumber Foto: trover

Sumber Foto: trover

Selesai menyegarkan diri, satu yang juga tak akan saya lewatkan adalah kesempatan untuk melihat gundukan bukit rayap terbesar secara langsung!

Sumber Foto: trover

Sumber Foto: trover

Selain menikmati daging Buaya, darat? Saya juga ingin merasakan nikmatnya Ikan Kakap Putih Barramundi :))

Sumber Foto: sbs

Sumber Foto: sbs

Tangkap ikan kakap putih Barramundi yang terkenal dengan perlawanan sengitnya, serta larinya yang kencang dan lompatannya di atas air. Tapi tidak hanya itu, ikan ini juga jadi salah satu menu terbaik yang wajib icip di Darwin, masuk ke daftar kedua yang ingin saya icip setelah menyantap Daging Buaya :))

Menikmati Senja Syahdu di Mindil Beach 

 Sumber Foto: Trekearth

Sumber Foto: Trekearth

Selain mengejar matahari, aktivitas berlibur yang tak kalah menyenangkan ialah menanti sunset. Nah, Pantai Mindil dan sunsetnya yang terkenal indah menjadi salah satu pilihan saya untuk menutup hari. Pada bulan-bulan tertentu (Mei-Oktober) diadakan Mindil Beach Sunset Market, yang kerap hadir pada hari kamis dan minggu di musim panas. Pasar kaget yang menjual beragam ini itu, mulai dari perhiasan hingga kuliner yang multikultural pisan, Thailand, China, Eropa, hinga Aborigin semuanya menyatu di pasar ini.

Menyelami Kebudayaan Aborigin di Museum and Art Gallery of the Northern Territory

Sumber Foto: expedia

Sumber Foto: expedia

Siapa yang tidak kenal suku aborigin? Jika saya sudah tak ingat lagi tentang matrix, maka suku aborigin jadi salah satu pelajaran di sekolah yang selalu saya ingat hingga saat ini. Suku asli australia, masyarakat pertama yang mendiami Australia sebelum bangsa kulit putih datang dan mendiami negara ini.

Sumber Foto: adikurinia

Sumber Foto: adikurinia

Lebih dekat dengan suku Aborigin, di museum utama dan populer di Australia yang menyimpan berbagai koleksi seninya. Mulai dari kerajinan tangan dari kepulauan Tiwi, hingga ke lukisan Arnhem Land. Satu aktivitas yang sangat ingin saya lakukan di museum ini, adalah berdiri di salah satu ruang gelapnya sembari mendengarkan bunyi-bunyian dari Cyclone Tracy, yang katanya bakal menjadi momen yang selalu menempel di ingatan. Hwah, makin ngga sabar nih!

Memulai hari dengan Menyantap Roti dan Secangkir Kopi di Alley Cats Patisserie 

Sumber: Tripadvisor

Sumber: Tripadvisor

Warga Darwin gemar menyantap kue dan kopi, saya juga gemar ngopi dan mengikuti berbagai kebiasaan serta budaya destinasi yang saya kunjungi. Maka menghabiskan sore yang hangat sambil ngemil cake dan nyeruput kopi khad Darwin di sudut cafe ini, jadi salah satu hal yang sangat ingin saya lakukan di Darwin.

Sumber Foto: Tripadvisor

Sumber: Tripadvisor

Sumber: Tripadvisor

Sumber: Tripadvisor

Melihat Rock Painting Suku Aborigin Secara Langsung di Didgeridoo Hut and Art Gallery

Sumber Foto: expedia

Sumber Foto: expedia

Mencintai kesenian dengan sangat dalam, dan gemar berburu galeri seni di destinasi-destinasi yang saya kunjungi. Maka melipir ke Didgeridoo Hut and Art Gallery, jadi wajib banget hukumnya. Melihat kesenian yang digurat langsung tangan suku aborigin. Mulai dari kerajinan tangan, didgeridoo, hingga gelang dari kulit buaya.

Sarapan di Cafe Vegetarian yang Ramah Lingkungan, Cafe Eco

Sumber Foto: Tripadvisor

Sumber Foto: Tripadvisor

Cafe yang cocok banget untuk para vegetarian, termasuk Vegetarian abal-abal macam saya yang ngga makan semua macam daging, ayam, kambing dll. Kecuali di fillet :)) Cafe hijau yang Menyajikan berbagai menu bebas Gluten ini menjadi pilihan terbaik saya setelah di hari-hari sebelumnya khilaf menyantap daging terus-terusan (yang di doyan-doyanin).

Pilihan lain yang tidak kalah menarik dari Darwin ialah menjumpai pelabuhan-pelabuhan indah peninggalan Perang Dunia II, bersepeda di  George Brown Botanic Garden, berjalan-jalan di Kakadu National Park yang masuk diantara satu Taman Nasional World Heritage Side, plesiran ke Tiwi Island, dan masih banyak lagi destinasi menarik lainnya.

Nah, Kalo kamu apa destinasi impianmu di Kota kangguru ini? Ayo wujudkan perjalanan impian di Wisata ke Australia ini, bersama H.I.S yang menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalanan domestik maupun internasional serta berbagai produk guma memudahkan wisata kamu.  Ikuti juga kompetisi blognya buat ngeraih kesempatan jalan-jalan gratisnya bosque. Caranya mudah, hanya dengan mengklik Gambar dibawah ini 😀

0 likes Uncategorized # , ,
Share: / / /

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *